Anakku

Twitter: Walhi Jatim Anakku, pembacaku yang paling kusayangi Ingatlah bahwa kamu boleh menjadi apapun Anakku, pembacaku yang paling cantik Ingatlah bahwa hanya kamu seorang yang memiliki tubuhmu. Anakku, pembacaku yang paling tampan Sadarlah bahwa kamu muak akan rasa takut Anakku, pembacaku yang paling mulia Kamu sangat-sangat menyayangi dirimu. Anakku, pembacaku yang aku banggakan Kamu tidak… Read More Anakku

Menangis

Aku menangis melihat pohon Aku menangis melihat lubang-lubang Aku menangis melihat kepak sayap burung Aku menangis melihat sungai. Mengunyah air mata Mengunyah duka Mengunyah asa Mengunyah lara. Apa sebab Bisakah saat menjelang tua Saat tuan nyawa mengunjungi raga Aku masih bisa melihat mereka tetap ada. Maferanren 19/02/2020 03:26

Sejarah

Saya hanya ingin sekali seumur hidup saya mendapati bahwa saya menjadi sejarah, setidak-tidaknya untuk diri saya sendiri. Kendati selama hidup saya selama ini, sampai saja pada detik sekarang saya berhadapan dengan dokter perempuan yang meminta saya untuk mengurangi aktifitas saya. Belum saya dapati sesuatu yang berdampak bagi siapapun, bagi sekitar saya, atau diri ini saja […]

Read More Sejarah

Saya dan Pramisme

Hari ini, tertanggal 6 Februari 2020. Bertepatan dengan hari lahirnya sastrawan besar, oppa Pramoedya Ananta Toer. Sekarang saya dengan bangga menyatakan diri saya, Maferanren, adalah seorang pramis. Kerennya sebut saja pramisme. Walaupun sampai sekarang saya belum menahu karakteristik dan ciri-ciri seorang penganut pramisme seperti apa, atau seperti siapa. Hanya saja saya merasa seperti bahwa saya… Read More Saya dan Pramisme

Resensi: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?

Judul: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya Di Bibirku Dengan Bibirmu? Penulis: Hamsad Rangkuti Penerbit: DIVA Press Terbit: Juni 2016 Dimensi buku: 14 x 20 cm Tebal: 236 hlmn ISBN: 978-602-391-181-3 Sebuah buku kumpulan cerpen yang cukup menarik dan mampu mengunci perhatian seketika melihat judul buku ini: “Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?”.… Read More Resensi: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?

Mulut dan Kepala

Meja kayu dengan paku hitam sebagai perekat, pada langit-langit saya dapati tiga lampu kuning yang cukup temaram. Kesederhanaan ini saya temukan di Warkop Rustic yang terkenal di sepanjang jalan Braga, Bandung. Sebelahnya, tersedia rombong bubur ayam Pak Kumis. Temuan baru saya, bubur dijajakan malam hari. Pada malam yang sudah mulai sejuk dan angin malam sudah… Read More Mulut dan Kepala

Hutan

Hanya di hutan aku bisa menemukan lagi kerlap kerlip kunang-kunang. Aku dapat menemukan lagi suara lirih jangkrik beserta kawanannya. Tidak ada terdengar di hutan bisingnya moncong knalpot, juga aroma asap mesin kendaraan yang menyekik hidung dan meledek paru-paru. Riuh riak air sungai, lompatan ikan, geram bebatuan ketika diusik jeram, dan risih pasir yang tidak mampu… Read More Hutan